Sometimes I find
myself sittin’ back and reminiscing

Especially when I have
to watch other people kissin’

And I remember when
you started callin’ me your miss’s

All the play fightin’,
all the flirtatious disses

I’d tell you sad
stories about my childhood

I don’t know why I
trusted you but I knew that I could

We’d spend the whole
weekend lying in our own dirt

I was just so happy in
your boxers and your t-shirt

 

Dreams, Dreams

Of when we had just
started things

Dreams of you and me

It seems, It seems

That I can’t shake
those memories

I wonder if you have
the same dreams too.

 

The littlest things
that take me there

I know it sounds lame
but its so true

I know its not right,
but it seems unfair

That the things are
reminding me of you

Sometimes I wish we
could just pretend

Even if only for one
weekend

So come on, Tell me

Is this the end?

 

Drinkin’ tea in bed

Watching DVD’s

When I discovered all
your dirty grotty magazines

You take me out
shopping and all we’d buy is trainers

As if we ever needed
anything to entertain us

the first time that
you introduced me to your friends

and you could tell I
was nervous, so you held my hand

when I was feeling
down, you made that face you do

There’s no one in the
world that could replace you

 

Suck.

pernah jadi soundtrack hidup gue.

nostalgila dee..

Comments

Teori Elti Smith

tahukah anda?

bahwa pelaksanaan
ujian itu merupakan salah satu penyebab penipisan ozon.

Nah lo?

baru tau kan?

sama. Saya juga.

Meibi bisa kita sebut teori lingkungan ala elti
Smith.

karena saya baru menemukan ini hari ini.

oke, oke. Hadirin
semua harap tenang!

”Hadirin yang saya muliakan, beberapa saat lagi anda akan menjadi saksi,
lahirnya sebuah teori termodern abad ini, teori yang telah diramalkan oleh
Nostradamus akan menggemparkan dunia pendidikan dan menyelamatkan jutaan jiwa manusia abad ini. Telah diramalkan juga olehnya bahwa cacian dan makian akan datang dari berbagai penjuru dunia, akan tetapi hanya orang2 yang memiliki pandangan luas dan jauh ke depan yang akan bisa menerima dengan akal sehat.
Sebuah teori yang jauh dari jangkauan akal manusia, bahkan Bill Gates sekalipun tak akan mampu mengeluarkan pernyataan mengejutkan seperti ini.
So,
Don’t Miss It!”

Seketika itu pula gemuruh tepuk tangan membahana memenuhi setiap ruang
kosong.

Sesosok perempuan terlihat dari balik layar. Mengenakan kemeja polos pink
lengan panjang dan rok hitam khas, melangkah mantap menuju mimbar.

“Sebuah penemuan berasal dari penelitian yang cermat, pengamatan akan kebutuhan manusia yang semakin bertambah, dan semakin berkurangnya kualitas hidup manusia dewasa ini. Ini dikarenakan oleh pemanfaatan
lingkungan yang kurang cermat dari manusia-manusia yang menyebut dirinya
pintar, akan tetapi tanpa disadari kepintarannya telah memabahayakan dunia. Ini adalah hasil perenungan saya selama seminggu penuh.

Dengan bahan penelitian saya adalah lingkungan kampus saya sendiri.
Ternyata lingkungan kampus telah membahayakan kelangsungan dunia. Dan tahukah anda apa yang sangat berpengaruh di sini? Ujian yang diselenggarakan kampus.
Seringkah anda melihat mahasiswa yang hilir mudik menuju dan dari toko
fotokopian? Inilah pangkal masalahnya. Satu mata ujian, satu orang mahasiswa
bisa memfotokopi hingga lebih dari 10 lembar. Bahkan ada yang satu buku. Okelah, kita ambil rata2 yang difotokopi oleh tiap mahasiswa paling tidak 4 lembar. Itu adalah jumlah dari satu mahasiswa satu mataujian. Ambil contoh di kampus saya, ada 3000 mahasiswa. Jika satu orang 4 lembar, maka 3000 orang memfotokopi sebanyak 3000×4=12000 lembar dalam satu hari. Setidaknya, ujian diselenggarakan dalam 8 hari. Maka event ujian menghabiskan 12000 lembar x 8hari=96000 lembar. Itu adalah kertas yang dipakai dalam satu rangkaian kegiatan ujian saja dalam
satu kampus.

Bisa anda bayangkan berapa lembar yang masuk kotak sampah, dibuang dan lalu dibakar? Benar-benar bukan sebuah langkah penghematan lingkungan yang baik yang dicontohkan di dalam lingkungan pendidikan. Berapa hutan dalam 8 hari itu yang harus dihabiskan untuk memenuhi hajat kebutuhan satu kampus? Berapa pula yang dibutuhkan dalam lingkup satu kota?

Ujian adalah hajat hidup saeluruh kampus, dan pola hidup pun bisa dipastikan sama. Lalu berapa yang harus dihabiskan oleh seluruh kampus dalam
satu provinsi? Dalam satu negara? Di seluruh dunia? Banyak sekali,
saudara-sarudara. 1 hektar hutan tak cukup. 100 hektar hutan pun tak cukup.
Rata-rata ujian dalam satu tahun adalah 4 kali, berapa kali lipat lagi pohon2
harus ditebang untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan? Apakah industri2 itu melakukan penghijauan kembali? Tidak semua. Pun kalau semua, rata-rata pohon yang ditanam kembali dengan waktu tumbuhnya tidak sebanding dengan pohon-pohon yang ditebang untuk dijadikan kertas lagi. Tidak mencukupi saudara-saudara.

Masalah lain pun muncul, berapa banyak lagikah sampah yang akan dibakar
tanpa daur ulang? Hampir semuanya. Berapa banyak lagikah lapisan ozon harus
dikorbankan karena pembakaran? Bagaimana dengan jiwa manusia, berapa banyakkah harus dikorbankan? Pohon-pohon itu sebagai paru-paru dunia, akan semakin ompong, tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen dunia lagi. Apakah anda telah menyiapkan dana untuk membeli oksigen dalam 10 tahun lagi?

Kalalu pertanyaan itu ditujukan kepada saya, saya akan jawab : Saya tidak
mau beli. Apa yang akan saya lakukan? Saya akan menuntut presiden di dunia
untuk menghapuskan ujian. Saya katakan lagi, kalau anda ingin selamat dalam 10 tahun lagi, HAPUSKAN UJIAN BAGI MAHASISWA. Saya, Elti Smith, pencetus teori lingkungan baru ala Elti Smith, dari Sekolah Ternama Anti Nyampah yang
mencetuskan teori ini, mengucapkan terima kasih atas dukungan anda atas
keselamatan makhluk dunia. Hapuskan Ujian! Wassalam.”

_bete_bentar_lagi_ujian_belum_belajar_

Comments (5)

Guru

Narsis

 

Dulu, aku pernah punya pikiran, kalau guru itu narsis. Itu salah satu bukti
bahwa otak negatifku sudah bekerja saat aku SD. Kenapa aku sampai berpikir
seperti itu? Karena mereka mengajarkan anak2 muridnya lagu Pahlawan Tanpa Tanda
Jasa…

 

……………..

Engkau adalah pelita dalam
kegelapan

Engkau patriot pahlawan
bangsaaa…

Tanpa tanda jasa…

………

Narsis sekali bukan? Dan aku tidak pernah suka lagu itu. Yaa.. karena aku
berpikir bahwa mereka mengajarkan orang untuk menghormati guru, yang notabene
adalah mereka sendiri. Sama derajatnya dengan memaksakan PNS untuk nyoblos pohon beringin dalam Pemilu
Legislatif jaman dulu.

Dan jelas, guru yang ter-anggap
narsis itu adalah Guru Kesenian! Cuma dan hanya dia yang dengan semangat
menyanyi di depan kelas, diulang-ulang hingga kami hafal, diulang lagi kalau
ada nada yang fals, diulang lagi hingga berulang kali di tutup papan tulisnya,
duuhh… narsis banged ga sihh

”Ayo anak-anak, nada mi nya lebih keras lagi… yaaa cukup… suara anak
perempuannya manaa??…Pahlawan bangsaaa…. yak hitung tiga ketukan…. tanpa
tanda jaaaaa….ssaaaa… bagusss kita ulang lagi dari awal yaa…!!”

Guru yang laen ngga tuhh… Lebih baik dia meminta kami menyanyi
lagu buat orangtua, atau buat Pak Polisi, agar tidak terlihat seperti memuji
diri sendiri. Tak elok didengar lah.

Setelah tamat sekolah menengah, sempat terpikir, kenapa kami tidak pernah
menyanyikan lagu itu lagi ya? Berarti
guru SMA dan SMP ngga narsis dong
. Mereka lebih intelek, tanpa disuruh
dengan kesadaran sendiri anak2 muridnya mendatangi mereka, mengucapkan terima
kasih atas bimbingannya selama ini hingga lulus ujian.

Setelah di sekolah tinggi, walaupun dosen-dosen lebih terlihat tidak peduli
dengan perkembangan mahasiswa, namun mahasiswa dengan kesadaran sendiri
mengucapkan terima kasih, dikejar hingga ke kantor dan rumah, sampai kampung
halaman pun diceritakan jasa sang dosen kepada sanak famili dulur kelawai
muanai.

Darimana kesadaran itu berawal? Dari pahlawan tanpa tanda jasa yang narsis
itu. Tanpa kusadari ternyata…

 

Selamat Hari Pendidikan!

Post on 2 Mei 2008

Comments

Mental Indonesia

 

             Gerah nih liat
mental PNS Indonesia…
ga berubah. Bukan pelayan
masyarakat. Bukan pengayom masyarakat. Ini karena baru tadi sy bikin KTP di
kecamatan dket rumah. Pertama kali bikin Ktp itu umur 16 tahun. Loh ko gitu. Ya
ga tau. Tiba2 aja uda ada di kasih ma ketua RT buat nyoblos pemilu. Alhasil, sy
uda punya KTP walopun belum waktunya. Dan sekarang, masa waktunya uda ampir
abis. Bikin lagi deh. Sedih juga, karena itu berarti sy udah beranjak tua.
Hiks,hiks,, gue ga rela. Lho…

 

Oke kembali ke masalah. Dan sekarang berhubung ada
perlu penting ma yang namanya KTP, sy perpanjang lebih awal, beberapa bulan
sebelum tenggat waktunya habis. Udah ada KTP nasional sekarang, yang di
gembar-gemborin pemerintah bikin KTP itu murah, cukup 5.000 saja. Tapi ternyata
tadi si ayah baru pulang dari kecamatan bilang, ”Habis 95.000, bikin KTP buat 4
orang….” Berarti, satu kartu sekitar 20.000.
Mungkin buat pegawai,
it’s not worthed, tapi…. pernah terpikir ga apa artinya buat tukang becak,
orang-orang dengan pendapatan ngga tetap, 20.000 buat satu orang artinya makan
3 hari. See? This is truly

    Indonesia Indonesia…

 ….
kapan berubah??? *geleng-geleng
kepala, will i be one of you? No, I won’t
*

Comments

Ketemu Kelly

Suatu waktu, saya jalan ke Bintaro Plasa, berniat nonton Indiana Jones
dengan seorang teman.

Berangkat dari rumah ba’da isya, karena belum tau
jadwal tayang kami langsung menuju Bintaro 21, ternyata film mulai jam 20.15.
Menunggu,
dan menunggu.
Sambil menunggu dari atas terlihat ada obral handuk 7ribuan,
langsung deh meluncur kayak busur kebawah.
Hihi, jarang2 ada harga miring…
Setelah
pilah-pilih cukup lama, baru disadari ternyata harga 7ribu itu per ons!
Oh no, hampir
terlena buaian harga murah kita.
Curang bangeds ga seehh, per ons nya di ketik
kabur!
Uaahh, ga jadi dah…
Temen sy sih jadi.
Abis itu kita istirahat di bangku
depan Rumah Kita.
Melintas di depan kami, sesosok pria dengan lengan kiri penuh
tato.
Rambut ikal tertutup topi.
Perawakan sedang, tidak terlalu tinggi untuk ukuran pemain basket.
Tapi kereen
cuy!
Sekilas wajahnya ngga asing buat sy, spontan sy ngomong, ”Mirip Kelly
yaa…”
tak disangka, dia menoleh.
Lalu berpaling seolah tak mendengar.
Kyaaaaaaaaaaaaa!!
”Eh, ngeliat orang tatoan yang tadi ga?
Mirip Kelly yaa, itu
loh pemain basket point guard-nya Garuda Bandung!”
uahhh, temen saya ga tau.

Tapi
beneran deh, yakin banged itu Kelly Purwanto.
Tato nya itu looohh, ga tahan.
Stylist
juga… keren dah pokokna.. tapi kemaren itu sih biasa aja, ya iyalaahh… masa mo gaya hiphop di Plasa,
terlalu menarik perhatian juga kali yaa.
Tapi satu hal, cuakeepp!
Ahihi… Ahhhh,
sayang cuma sekilas lalu. Kalo di lapangan basket saja, sy udah teriak2 kali,
“Kelliiiiii, Kellliiiii…. Kkyyyaaaaa!!”
Style norak tingkat tinggi saya
keluarin deh.
Ahaha… selidik punya selidik, ternyata Kelly emang rumahnya di
sekitar Pondok Jurang Mangu Indah.
Pantesann, ga jauh dari perkampungan
mahasiswa kami.
Ahh, Kelly…

Kelly

chek
out sedikit profile Kelly 
di sini.

Comments

Mahasiswa anarkis, SBY’s still my prince of charming

Orang bilang SBY peragu, tapi saya bilang beliau adalah pemimpin yang berani.
Two thumbs up!
Terkadang orang tak bisa membedakan antara hati-hati dan peragu.
Di tengah berbagai opini publik tentang kenaikan BBM, SBY tetap mendahulukan kepentingan negara.
Sebenarnya SBY bisa saja menolak kenaikan BBM, dengan begitu beliau masih punya nama baik dalam dunia politik, malah akan menaikkan kepopulerannya di mata masyarakat dan lawan politiknya, tapi yang diambil malah opsi kenaikan BBM.
SBY tahu betul bahwa kenaikan BBM tidak dapat ditunda lagi.
Kenaikan harga minyak dunia yang betul-betul membumbung tinggi, jika pemerintah tetap berkeras memberikan subsidi BBM malah akan membebankan anggaran negara hingga ratusan milyar per tahun (anda tahu beratnya menutupi angka itu bagi ”para pegawai pencari keuangan negara”?).
SBY berani bertaruh besar dalam hal ini, mengambil keputusan yang tidak populer sama sekali bagi politikus, meluluskan opsi kenaikan harga BBM!
Pertentangan mulai muncul, semua politikus yang telah menunggu lama mulai beramai-ramai menyambut keputusan langka ini, melantangkan protes mencari muka demi Pemilu 2009, menentang keputusan pemerintah.
DPR mulai cari muka.
Tak ketinggalan partai oposisi.
Megawati bisa dikatakan memilih opsi popularitas ketika beliau dihadapkan pada desakan kenaikan BBM beberapa tahun silam, hanya menunda kenaikan dan melemparkannya ke pemerintahan selanjutnya, dan SBY lah yang berani mengambil opsi ini.
Politikus-politikus itu saya yakin sekali, mereka mencoba mencari simpati masyarakat.
Wiranto, yang dengan lantangnya memasang iklan setengah halaman di harian Republika, menyentil pemerintah.
Bahhh, mencoba menjadi pahlawan lagi dia.
Cobalah berpikir realistis, jangan berlakon palsu hanya untuk Pemilu mendatang, wahai tikus-tikus terhormat.
Kenaikan BBM pasti menambah jumlah rakyat miskin, tapi jika tidak dinaikkan, anggaran negara semakin kacau dan jika dibiarkan akan bertambah berapa kali lipat lagi rakyat miskin akibat imbas anggaran negara yang terbebani??
Masa bodoh dengan popularitas kalian para tikus yang meramai-ramai membuat iklan menjatuhkan pemerintah, kalianlah pelaku pembodohan rakyat.

Lalu kita lihat apa yang dilakukan mahasiswa? Demo.
Ga ada cara laen apa???

Jakarta macet gara-gara mahasiswa demo, mereka bilang Jakarta udah macet walau mereka ngga demo, tapi mereka ga sadar Jakarta bisa lumpuh gara2 mereka demo mulu.
Apa sih yang ada di pikiran mereka?
Kenaikan BBM itu sesuatu yang tidak bisa dibantah lagi, menunda kenaikan BBm sama saja dengan menghancurkan keuangan negara, lalu mahasiswa?
Bakar ban di jalan?
Pake bensin?
Buang-buang energi, buang-buang uang.
Orang yang demo ga akan bergerak kalo ga ada insentif, minimal minuman dan makananlah.
Dan berapa ribu orang yang butuh itu?
Ayolah, bilangnya mikirin rakyat kecil, tapi yang kalian dukung sebenarnya adalah orang-orang besar.
Berpikirlah ilmiah, berpikir juga dari sudut pandang pemerintah dan rakyat, dan temukan jalan tengahnya.
Kuliah dulu yang bener, jadi orang pinter yang mengerti ekonomi bangsa yang ga cuma bisa orasi, tapi menemukan jalan keluar masalah bangsa ini.
Think it out deeply!

Comments (2)

saya dukung Indonesia bebas komunikasi!

saya dukung Indonesia bebas komunikasi! berkomunikasi!
(guru, betulkah grammar-ku sekarang..?^_^)

Terima kasih banyak, Indosat…

        Beberapa bulan belakangan ini gue lagi menggandrungi hobi baru, internetan pake Opera Mini! Bermula dengan tiap hari ngecek friendster, berlanjut dengan nyari istilah2 asing di internet lewat google, dan end up with rajin mengunjungi blog orang-orang… atau lebih tepatnya mencuri ilmu pengetahuan dan berita teranyar dari dunia di luar gue. Asik bangeds, sampai lupa waktu dan lupa makan (pantes tambah kurus gue, alessaann…).

Apalagi internetan pake hape itu bikin hidup lebih hidup, ga perlu duduk depan komputer, sambil tiduran berjam-jam malah lebih nyaman. Tapi yaa lebih asik lagi kalo layar hapenya lebar, ga kaya punya gue…

    Yang asik itu baca web pribadinya seleb-seleb blog, yang telah dikunjungi ribuan umat manusia di dunia pergo-blog-an. Gue maklum,mereka terkenal di kancah per-blog-an karena emang tulisannya emang enak dibaca, karena sebagian besar mereka adalah penulis cerita terkenal atau wartawan yang tulisannya emang bermutu.

Andaikan Soe Hok Gie dulu udah mengenal yang namanya blog, mungkin blognya keren banget yaa, dalam artian tulisannya yang menggugah itu benar2 bermutu, dan mungkin dia udah kayak Raditya Dika versi serius, membukukan blognya dan langsung tau apa respon masyarakat terhadap tulisan2nya, dan mungkin ga perlu naik gunung menjemput ajal di sana… duuhh, semakin jauh melamun niih..

        Ada blognya Priyadi’s Place yang sering banget gue kunjungi, karena postingannya udah sedemikian banyaknya dan gue interest banged baca semuanya, karena emang berisi dan terkadang nyentil, itu yang gue suka.. sekali waktu dia membahas tentang dunia IT, atau juga tentang isu-isu global, dan yang paling gue suka pas dia membahas tuntas mengenai Roy Suryo, yang terkenal dengan Hi Roy! ™.

        Gue udah lama curiga dengan kepakaran Pak Roy itu, mosok pakar IT yang diulas foto-foto Barang Kena Pajak a.k.a bokep semua… foto bugil artis anu lah, itulah… ga ada kerjaan laen pa ya. Dan  tragedi tragisnya adalah tentang penemuan Lagu Indonesia Raya 3 stanza, waaw, dari awal gue denger berita itu, gue udah tau kalo emang ada 3 stanza, gue sering kok nyanyiin pas pelajaran kesenian SD,,  semakin meragukan pakar kita yang satu itu.

Salut deh buat Mas Priyadi yang udah bikin cerita menarik seperti tips untuk menjadi orang terkenal ala Roy Suryo. Ngakak abis bacanya… hehee. Lu lu pada musti baca sampe abis deh, sumpah gokil! 

Dan postingan lain yang menarik juga ada di blognya Enda Nasution, Ndoro Kakung, Wimar Witoelar, Herman Saksono, Mumu,  Dian Sastro, Bicara matematika, raditya dika, Ninit Yunita, aditya dan yang gokil ini WikiCahAndong-CintaLaura …udah ujyan, becyek, ga ada ojyek…

Comments (3)

Bu Uas dan Bu Setdaaa!

Bu Uas dan Bu Setdaaa!

Ga ada yang lain yang bikin sebel selaen advance accounting.

buset daaahhh…

10:35 PM, now.

It’s Monday.

Oh goshh…
Ngantuk gue…
Sekaligus Be-es…
Temenna be-Te..

Monyet.

Dengerin Incubus asik juga. Dicampur sedikit greenday, ditambah sedikit cita rasa Norah Jones. Jadi deh, sepasang mata bola akika yang indah kadang tampak item kadang putih. Bentar ngantuk, bentar kaget. Hihi.. kantung mata gede, mana ada jerawat lagi. Huhu, takiiit…. nii, gedeee… -nunjuk pipi-

O iya, baru disadari, ternyata jerawat ini temen ujiankuh dari dulu, selalu muncul saat gue ujian, sekarang mereka bikin formasi segitiga di muka, di bawah bibir satu, di pipi kanan kiri satu.

Dan oh tidaaakk.. segiempat! Mulai nyeri lagi di jidat. Bentar lagi bikin formasi bintang timur niii, uwaa… Apa itu tandanya? Ga tau de. Moga aja pertanda baik.

         rambut acakadut, yang kalo gue semprot stella odour yang cairannya putih, uihh… dapet efek degradasi rambut model emaknya gerandong ”Rasakan pembalasanku, Mantili….kikikikkkki….!!” nyengir ajah. Ga usah dibayangin ahh.

Untung tadi ada yang bisa mengusir kepenatan gua. Teman lama, lama ga da cerita tiba-tiba terkabar lewat telpon. Waa, senengnya. Biasa, no telpon artis bisa tersebar lewat mana aja, hihi. Tapi untungnya anak ini ga pake sok teror dulu, miskal-miskol ga jelas trus sms lempar batu. Endingnya yaa.. Bernostalgila lah akhirnya… asik, jadi pengen cepet pulang. Banyak perubahan yahh orang-orang dulu ternyata, ga nyangka kalo di dirinya punya pikiran sedewasa itu. Kagum. Menyadari kekurangan diri, ngga terkurung dalam cita-cita yang gagal, dan punya pikiran jauh ke depan. Saluutee.. gua aja ngga.

    Gara-gara operator niih, Telkomsel murah sih sekarang, ayoo aku mendukung Indonesia merdeka komunikasi! Komunikasi aja pake dibatasi pulsa, apa-apaan tuhh.. Lagi suntuk, dapet pencerahan alias pelarian. Dasarrr, disuruh belajar aja pake menghindar.
Akhirnya ..

    Ga penting ya, nulis ini. Ga penting juga cerita ginian. Sekarang udah jam 11:41 PM. Dan dari tadi gua ga blajar. Pa-paan ini! -lempar jeruk ke samping, dipungut lagi-

    Oke, besok final touch. Finishing advance. Harus sempurna. Mendekati deh. Sulit ya? Yang penting B aja de. Haruss. Ngga deh, minimal B min. Yaah, mentok C deeee… puas lu pasti! Gue tau koq, dan sadar. Tau diri juga. Tau waktu juga. Kalo otak gua mah ga tau diri emang, uda tau sulit masih aja es-ka-es. Huahaha, sedih emak gua kalo denger.

Udah ahhh… belajar lageeee. Ga da kerjaan laen.

Bu Settdaa, kang Mpret nyaaa…

Semangaaattt….

semangaaaat…

semaa..ngaat…

se… maaa… ngaaattt…

seee.. ma..ngat.
-,-

_eL_ Tuesday, 01:01 AM.

Comments

Saat bulan purnama bersinar, terangi malamku teringat padamu…

Saat bulan purnama
bersinar, terangi malamku teringat padamu…

 

Hihi,
lagu jaman gue SMA… eh, apa jaman SMP yaw, agak kabur ingetan gue. Suka
dinyanyiin anak2 cowo pake gitar di depan kelas, jaman ska lagi digandrungi
anak muda dulu… tapi terkesan jadul banget kalo dinyanyiin sekarang.. dan
pastinya setiap kali denger lagu ini, selalu aja keinget ma temen SMA gue, karena
dyang dengan polosnya memakai “bahasa puisi” saat ditanya guru Biologi SMA gue,
which is called Mr.Kinoman (gue sih
lebih suka nyebut Mr. Kinosuke..) dan
temen gue itu yahh gue sebut aja si Kumbang
(nama disamarkan, ahihi.. ). Waktu
itu lagi pelajaran Biologi, kalo ga salah bahas tentang plankton. Sang guru,
kalo digambarkan nih ya perawakan sedang, rambut hitam mengkilat, kumisan, dan
yang pasti ngga lupa bawa sapu tangan kemanapun, ngajuin pertanyaan ke
siswa2nya.

“Menurut
kalian, kenapa nelayan kalo mencari ikan malem2?”

Dari
jaman seragam putih merah,yang gue tau alesannya cuma satu, yaitu “Karena ada
angin darat yang bertiup dari darat ke laut, sehingga membantu nelayan berlayar
ke laut pak!”

“Ya,
itu bener, tapi ada lagi alasannya kenapa, kalo dikaitkan dengan plankton,
plankton itu makanan ikan bukan?”

“iiiaaaa
pak…”

“nah
salah satu cirinya adalah tidak resisten dengan sinar matahari langsung, jadi
apa yang dapat kalian simpulkan mengapa nelayan mencari ikan di malam hari, yak
kamu Kumbang, apa jawabannya?”

“Mmmm…”
toleh kanan-kiri berusaha menarik hati temen yang pinter, tapi ga da yang
ngasih jawaban, akhirnya dia jawab sendiri dengan pede-nya…

“Karena
pada malam hari ikan-ikan berkumpul di bawah sinar bulan purnama, pak!”

Geeerrrrrrrrr……!!!

Pujangga
abeeeeess!! Mungkin maksudnya itu karena malam hari ga ada sinar matahari yaaa,,
jadi plankton2 pada naik ke permukaan dan ikan pun dengan mudah di jangkau
nelayan gara2 mereka jajannya di atas,ngga didasar laut… logikanya sama sih,
hanya penyampaiannya yang beda, dan fokus masalahnya juga beda, ga da
hubungannya ma bulan donk ya!

Dan
sampe sekarang pun gue masih suka ledekin dia dengan kutipan itu… duh, teman,
romantis sangat see kamyu..

 

dan

kan


kudendangkan lagu ini untukmu

dengarlah, dengarlah sayangku

Comments (2)

Cerita Seganti Setungguan

Cerita
Seganti Setungguan

 

Alkisah
di suatu waktu.. (ceila, gaya lo ti..)

Ini
cerita dari obrolan santai orang-orang kota lahat, tentang ‘urangkami’ yang
pergi merantau ke jakarta.

Lain
daerah lain pula bahasanya. Ceritanya nih, ada orang Lahat baru datang ke
Jakarta, mau belanja di toko orang cina.

"Ci, itu berapa harganya?"

"Goceng aja", jawab
pemilik yang dipanggil cici itu.

Dia
bingung, bertanya dalam hati, "behape base goceng tu?(goceng artinya
berapa?)" Mau nanya, tapi malu, nanti ketahuan udiknya.

Apalagi
mau tawar harga, pikirnya. Akhirnya dia dapat ide biar bisa menawar harganya.

"Cengcot aja ci!!"
katanya.

Giliran
si cina yang bingung, cengcot itu berapa? Lalu si Cina bertanya,

"Cengcot berapa?"

"Lah, goceng berapa?"

"Goceng lima ribu!" jawab
si Cici.

"Kalo gitu, cengcot
3.500!" jawabnya tersenyum menang.

 

"malu
bertanya sesat di jalan, biar ngga malu ya… cengcot aja!"

 

Comments (2)

« Previous entries · Next entries »