Archive forJune, 2008

buat anak-anak 3E..

to be together, just friend forever
we are all the same, the childrens of love

that we know our world wonderful and fun
we would like to be living in laugh and love
yes we know you’re my friend and you’re always are
from now, future and the past…..

no matter where you are come from
we love you just the way you are……

Dscf04401Dscf04401Dscf04401
Dscf04401

Comments

Lahat’s folk song i love…

Kaos Lampu

Penembang Jeffry dan Desi Melfia

becincin kau jeriji ,lah menari lawan kukunye

payo bepikir ni kau diri linjang mujadi lawan jodohnye

timpe kemang sakit hasenye, tambah pincul ditimpe limus

ngape dengan oi bujang tue ,ngintikkan gadis badan tekuhus

bukannya senang duduk di tangge, kiri duduk jauh pikiran

jangan takut ngan bujang tue, tue di luar mude di dalam (siap siap bikk….)

ke lintan membawe taji kemane ncakar sarungnye

selop jepang dide tebeli,jangan bemance bebini due

aku nyangke derian tinggi rupenye derian masak layu

aku nyangke nak ngajak jadi, aku yang tinggal dibuat malu.. (huuuuu… balas
bikk..)

ade antan masih nak lesung nutuk hebuk nak ade padi

marak’i gadis ngudut lah buntung, pantaslah saje gadis belahi

(payo beguyur mang)

terbang burung serindit, hinggap di ranting nangke

biarlah tue asal beduit ,segale gadis galak gale.. (heheee…balas ibung…)

sangkah pintau luluh keluar tegantung luk buah labu

oi makmane gadis nak ribang, hidangan midang bekate buntu (hahaha…..)

alangke panjang ikok sapi (hehehe…), sapi ade la di seberang

aku heran gadis mak ini rate2 mate duitan (haahaaiii….auu….)

celane tukak jahit ngak jahum, teculak buah cung dire

bujang tue gadis gi maklum, asak telepeh banyak duitnye (heheeee…)

kalu mak ini kain potongan, dari beli di toko cine

kalo mak ini pecak potongan pacak lah jadi bujang tue (kasian deh loooo…. hahai…)

ikok sawe kepale sawe, melilit si beban burung

sangkan dikate la bujang tue, laju lah buruk barang tegantung (ape…hohoi…)

masih lemak di bemban burung, temban banyak di pinggir laut

masih lemak buruk tegantung, buruk tekapar di makan semut (ooiii…manis kalu….)

jangan nian nyebrang, kalu katik perahu

jangan lah pendengar salah tanggapan , buruk tegantung kaos lampu (oooo, titu…)

adakkk…
kaos lampu nye buhuk tegantung tu… jiku anu… tuape nian titu namenye… =) biase, sandi  www.kharims.multiply .com agi… ade   nek laen  lagu kamu?  payu  bebagi  ai..

Comments

Cerita dari Bumi Sriwijaya

Beberapa hari ini, virus homesick mulai merajai diriku… (biarin, mau bilang menSamsoni nggak enak didenger…wakak!)
buka2 lagu daerah, nyari di multiply, sedooott…
lumayan ngobatin kangen sama Beautiful Lematang River..hehe.
Dapet beberapa yang bikin ketawa, ini salah satunya,
aku terjemahin dalam bentuk tulisan deh, mau upload mp3 nya ga enak ama yang punya,
aku kasih link nya aja deh di bawah yaa…

Mamang 1 : Hei Din, lama kagak keliatan, darimana lu? katanya dari Jakarta ya?

Mamang 2 : Iya nih, ahhh… biasa aja.

Mamang 1 : Gua juga dari jakarta. Ngapain aja lu? Lu begawi ya?

Mamang 2 : Ahh, nggak ngapa-ngapa, aku cuma jingak dulurku. Ujinya ni dia kena sakit panu kronis.

Mamang 1 : Kasian ya. Jadi,, cakmana dulurmu?

Mamang 2 : Ya ga cakmana-cakmana, cak mak gitu lah.. Kau dewek ngapa ke Jakarta?

Mamang 1 : Nak beli motor baru sih, ujinya ni reganya disana lebih murah.

Mamang 2 : Memang reganya berapa?

Mamang 1 : Tidak mahal gina sih, cuma selawi juta.

Mamang 2 : Pecaknya murah juga ya, cuma selawi juta…?? ahh, kalu mak gitukagek aku mau beli 5 ikak ahh…

OIiii, Kamu ikak ngomong ape yung???
hehe…
mentang-mentang ke jakarta, betemu di palembang laju bebaso jakarta. tapi ancur..
dasarrr… tipikal orang sumatra sekalee.
Thanks buat www.kharims.multiply.com buat playlist nya. Lucu banget, beneran dah… ngakak abeeesss mang.. hehe.

Comments

Menerima apa adanya.. apa maksud kalimat ini??

Aku terima kamu apa adanya…ngga, aku ga setuju.

I love you just the way you are,

no matter what they say,

but I just wanna say that I will always love you just the way you are…

Sering denger kan ungkapan seperti ini?

Ungkapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya.

Ungkapan seorang boyfriend kepada girlfriendnya, atau sebaliknya.

Awalnya saya juga berpikiran seperti itu, alangkah indahnya suatu hubungan jika satu sama lain bisa menerima apa adanya.

”Aku yaa seperti ini, berandalan, nakal, ga tau diri, cuek.. apa kamu bisa menerima aku yang seperti itu,” tanya pacar kepada soulmatenya.

Dan dijawab singkat sang soulmate, ”yeah, I do.. I love you just the way you do..”

oow, tulus sekali rasanya.

Tapi seiring jalannya waktu, semakin terlihat apa adanya dirinya.

Apa tidak ada sedikitpun keinginan dari hati sang pacar untuk berubah dari ‘apa adanya’ menjadi seseorang yang ‘lebih baik’?

Konteks menerima apa adanya, apa maksud kata ini?

Sampai sekarang saya belum mengerti.

Apakah itu berlaku selamanya?

Apa jadinya kalau di kemudian hari dalam kata apa adanya itu terkandung maksud lain yang lebih buruk?

“Aku yaa seperti ini, suka judi, suka maen perempuan, suka selingkuh, suka bantai orang, suka bunuh kambing yang ketemu di jalan….”

Oke, oke, maapp……contoh tadi terlalu ekstrim.. hehe.

Tapi maksudnya sama, kalau apa adanya sang pacar itu menjadi masalah di lain waktu yang mengganggu hubungan, apa pantas itu dipertahankan?

“Aku yaaa seperti ini yang ga bisa mengerti perempuan”

-yaaa belajar toh
yooo….

“Aku yaa seperti ini, yang suka ga peduli perasaan perempuan”

-yaa ampunn, buat apa kamu pacaran???

”Aku ya seperti ini, yang terus perlebar pesona untuk orang lain”

-oh no, i’ve made mistake in decision by choosing you..

Menerima apa adanya,, sepanjang itu menyangkut hal2 lain di luar ’perasaan’, itu lah konteks menerima apa adanya.

Tentang ekonomi, itu lah menerima apa adanya.

Waktu, itulah menerima apa adanya.

Masa lalu, itu juga yang disebut menerima apa adanya.

Tetapi tentang menjaga perasaan, tidak ada kata apa adanya.

Itu mutlak harus ditambah dari waktu ke waktu.

Dijaga dipertahankan dan diterus tumbuhkan.

*egois*

Comments (3)

Sometimes I find
myself sittin’ back and reminiscing

Especially when I have
to watch other people kissin’

And I remember when
you started callin’ me your miss’s

All the play fightin’,
all the flirtatious disses

I’d tell you sad
stories about my childhood

I don’t know why I
trusted you but I knew that I could

We’d spend the whole
weekend lying in our own dirt

I was just so happy in
your boxers and your t-shirt

 

Dreams, Dreams

Of when we had just
started things

Dreams of you and me

It seems, It seems

That I can’t shake
those memories

I wonder if you have
the same dreams too.

 

The littlest things
that take me there

I know it sounds lame
but its so true

I know its not right,
but it seems unfair

That the things are
reminding me of you

Sometimes I wish we
could just pretend

Even if only for one
weekend

So come on, Tell me

Is this the end?

 

Drinkin’ tea in bed

Watching DVD’s

When I discovered all
your dirty grotty magazines

You take me out
shopping and all we’d buy is trainers

As if we ever needed
anything to entertain us

the first time that
you introduced me to your friends

and you could tell I
was nervous, so you held my hand

when I was feeling
down, you made that face you do

There’s no one in the
world that could replace you

 

Suck.

pernah jadi soundtrack hidup gue.

nostalgila dee..

Comments

Teori Elti Smith

tahukah anda?

bahwa pelaksanaan
ujian itu merupakan salah satu penyebab penipisan ozon.

Nah lo?

baru tau kan?

sama. Saya juga.

Meibi bisa kita sebut teori lingkungan ala elti
Smith.

karena saya baru menemukan ini hari ini.

oke, oke. Hadirin
semua harap tenang!

”Hadirin yang saya muliakan, beberapa saat lagi anda akan menjadi saksi,
lahirnya sebuah teori termodern abad ini, teori yang telah diramalkan oleh
Nostradamus akan menggemparkan dunia pendidikan dan menyelamatkan jutaan jiwa manusia abad ini. Telah diramalkan juga olehnya bahwa cacian dan makian akan datang dari berbagai penjuru dunia, akan tetapi hanya orang2 yang memiliki pandangan luas dan jauh ke depan yang akan bisa menerima dengan akal sehat.
Sebuah teori yang jauh dari jangkauan akal manusia, bahkan Bill Gates sekalipun tak akan mampu mengeluarkan pernyataan mengejutkan seperti ini.
So,
Don’t Miss It!”

Seketika itu pula gemuruh tepuk tangan membahana memenuhi setiap ruang
kosong.

Sesosok perempuan terlihat dari balik layar. Mengenakan kemeja polos pink
lengan panjang dan rok hitam khas, melangkah mantap menuju mimbar.

“Sebuah penemuan berasal dari penelitian yang cermat, pengamatan akan kebutuhan manusia yang semakin bertambah, dan semakin berkurangnya kualitas hidup manusia dewasa ini. Ini dikarenakan oleh pemanfaatan
lingkungan yang kurang cermat dari manusia-manusia yang menyebut dirinya
pintar, akan tetapi tanpa disadari kepintarannya telah memabahayakan dunia. Ini adalah hasil perenungan saya selama seminggu penuh.

Dengan bahan penelitian saya adalah lingkungan kampus saya sendiri.
Ternyata lingkungan kampus telah membahayakan kelangsungan dunia. Dan tahukah anda apa yang sangat berpengaruh di sini? Ujian yang diselenggarakan kampus.
Seringkah anda melihat mahasiswa yang hilir mudik menuju dan dari toko
fotokopian? Inilah pangkal masalahnya. Satu mata ujian, satu orang mahasiswa
bisa memfotokopi hingga lebih dari 10 lembar. Bahkan ada yang satu buku. Okelah, kita ambil rata2 yang difotokopi oleh tiap mahasiswa paling tidak 4 lembar. Itu adalah jumlah dari satu mahasiswa satu mataujian. Ambil contoh di kampus saya, ada 3000 mahasiswa. Jika satu orang 4 lembar, maka 3000 orang memfotokopi sebanyak 3000×4=12000 lembar dalam satu hari. Setidaknya, ujian diselenggarakan dalam 8 hari. Maka event ujian menghabiskan 12000 lembar x 8hari=96000 lembar. Itu adalah kertas yang dipakai dalam satu rangkaian kegiatan ujian saja dalam
satu kampus.

Bisa anda bayangkan berapa lembar yang masuk kotak sampah, dibuang dan lalu dibakar? Benar-benar bukan sebuah langkah penghematan lingkungan yang baik yang dicontohkan di dalam lingkungan pendidikan. Berapa hutan dalam 8 hari itu yang harus dihabiskan untuk memenuhi hajat kebutuhan satu kampus? Berapa pula yang dibutuhkan dalam lingkup satu kota?

Ujian adalah hajat hidup saeluruh kampus, dan pola hidup pun bisa dipastikan sama. Lalu berapa yang harus dihabiskan oleh seluruh kampus dalam
satu provinsi? Dalam satu negara? Di seluruh dunia? Banyak sekali,
saudara-sarudara. 1 hektar hutan tak cukup. 100 hektar hutan pun tak cukup.
Rata-rata ujian dalam satu tahun adalah 4 kali, berapa kali lipat lagi pohon2
harus ditebang untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan? Apakah industri2 itu melakukan penghijauan kembali? Tidak semua. Pun kalau semua, rata-rata pohon yang ditanam kembali dengan waktu tumbuhnya tidak sebanding dengan pohon-pohon yang ditebang untuk dijadikan kertas lagi. Tidak mencukupi saudara-saudara.

Masalah lain pun muncul, berapa banyak lagikah sampah yang akan dibakar
tanpa daur ulang? Hampir semuanya. Berapa banyak lagikah lapisan ozon harus
dikorbankan karena pembakaran? Bagaimana dengan jiwa manusia, berapa banyakkah harus dikorbankan? Pohon-pohon itu sebagai paru-paru dunia, akan semakin ompong, tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen dunia lagi. Apakah anda telah menyiapkan dana untuk membeli oksigen dalam 10 tahun lagi?

Kalalu pertanyaan itu ditujukan kepada saya, saya akan jawab : Saya tidak
mau beli. Apa yang akan saya lakukan? Saya akan menuntut presiden di dunia
untuk menghapuskan ujian. Saya katakan lagi, kalau anda ingin selamat dalam 10 tahun lagi, HAPUSKAN UJIAN BAGI MAHASISWA. Saya, Elti Smith, pencetus teori lingkungan baru ala Elti Smith, dari Sekolah Ternama Anti Nyampah yang
mencetuskan teori ini, mengucapkan terima kasih atas dukungan anda atas
keselamatan makhluk dunia. Hapuskan Ujian! Wassalam.”

_bete_bentar_lagi_ujian_belum_belajar_

Comments (5)

Guru

Narsis

 

Dulu, aku pernah punya pikiran, kalau guru itu narsis. Itu salah satu bukti
bahwa otak negatifku sudah bekerja saat aku SD. Kenapa aku sampai berpikir
seperti itu? Karena mereka mengajarkan anak2 muridnya lagu Pahlawan Tanpa Tanda
Jasa…

 

……………..

Engkau adalah pelita dalam
kegelapan

Engkau patriot pahlawan
bangsaaa…

Tanpa tanda jasa…

………

Narsis sekali bukan? Dan aku tidak pernah suka lagu itu. Yaa.. karena aku
berpikir bahwa mereka mengajarkan orang untuk menghormati guru, yang notabene
adalah mereka sendiri. Sama derajatnya dengan memaksakan PNS untuk nyoblos pohon beringin dalam Pemilu
Legislatif jaman dulu.

Dan jelas, guru yang ter-anggap
narsis itu adalah Guru Kesenian! Cuma dan hanya dia yang dengan semangat
menyanyi di depan kelas, diulang-ulang hingga kami hafal, diulang lagi kalau
ada nada yang fals, diulang lagi hingga berulang kali di tutup papan tulisnya,
duuhh… narsis banged ga sihh

”Ayo anak-anak, nada mi nya lebih keras lagi… yaaa cukup… suara anak
perempuannya manaa??…Pahlawan bangsaaa…. yak hitung tiga ketukan…. tanpa
tanda jaaaaa….ssaaaa… bagusss kita ulang lagi dari awal yaa…!!”

Guru yang laen ngga tuhh… Lebih baik dia meminta kami menyanyi
lagu buat orangtua, atau buat Pak Polisi, agar tidak terlihat seperti memuji
diri sendiri. Tak elok didengar lah.

Setelah tamat sekolah menengah, sempat terpikir, kenapa kami tidak pernah
menyanyikan lagu itu lagi ya? Berarti
guru SMA dan SMP ngga narsis dong
. Mereka lebih intelek, tanpa disuruh
dengan kesadaran sendiri anak2 muridnya mendatangi mereka, mengucapkan terima
kasih atas bimbingannya selama ini hingga lulus ujian.

Setelah di sekolah tinggi, walaupun dosen-dosen lebih terlihat tidak peduli
dengan perkembangan mahasiswa, namun mahasiswa dengan kesadaran sendiri
mengucapkan terima kasih, dikejar hingga ke kantor dan rumah, sampai kampung
halaman pun diceritakan jasa sang dosen kepada sanak famili dulur kelawai
muanai.

Darimana kesadaran itu berawal? Dari pahlawan tanpa tanda jasa yang narsis
itu. Tanpa kusadari ternyata…

 

Selamat Hari Pendidikan!

Post on 2 Mei 2008

Comments

Mental Indonesia

 

             Gerah nih liat
mental PNS Indonesia…
ga berubah. Bukan pelayan
masyarakat. Bukan pengayom masyarakat. Ini karena baru tadi sy bikin KTP di
kecamatan dket rumah. Pertama kali bikin Ktp itu umur 16 tahun. Loh ko gitu. Ya
ga tau. Tiba2 aja uda ada di kasih ma ketua RT buat nyoblos pemilu. Alhasil, sy
uda punya KTP walopun belum waktunya. Dan sekarang, masa waktunya uda ampir
abis. Bikin lagi deh. Sedih juga, karena itu berarti sy udah beranjak tua.
Hiks,hiks,, gue ga rela. Lho…

 

Oke kembali ke masalah. Dan sekarang berhubung ada
perlu penting ma yang namanya KTP, sy perpanjang lebih awal, beberapa bulan
sebelum tenggat waktunya habis. Udah ada KTP nasional sekarang, yang di
gembar-gemborin pemerintah bikin KTP itu murah, cukup 5.000 saja. Tapi ternyata
tadi si ayah baru pulang dari kecamatan bilang, ”Habis 95.000, bikin KTP buat 4
orang….” Berarti, satu kartu sekitar 20.000.
Mungkin buat pegawai,
it’s not worthed, tapi…. pernah terpikir ga apa artinya buat tukang becak,
orang-orang dengan pendapatan ngga tetap, 20.000 buat satu orang artinya makan
3 hari. See? This is truly

    Indonesia Indonesia…

 ….
kapan berubah??? *geleng-geleng
kepala, will i be one of you? No, I won’t
*

Comments

Ketemu Kelly

Suatu waktu, saya jalan ke Bintaro Plasa, berniat nonton Indiana Jones
dengan seorang teman.

Berangkat dari rumah ba’da isya, karena belum tau
jadwal tayang kami langsung menuju Bintaro 21, ternyata film mulai jam 20.15.
Menunggu,
dan menunggu.
Sambil menunggu dari atas terlihat ada obral handuk 7ribuan,
langsung deh meluncur kayak busur kebawah.
Hihi, jarang2 ada harga miring…
Setelah
pilah-pilih cukup lama, baru disadari ternyata harga 7ribu itu per ons!
Oh no, hampir
terlena buaian harga murah kita.
Curang bangeds ga seehh, per ons nya di ketik
kabur!
Uaahh, ga jadi dah…
Temen sy sih jadi.
Abis itu kita istirahat di bangku
depan Rumah Kita.
Melintas di depan kami, sesosok pria dengan lengan kiri penuh
tato.
Rambut ikal tertutup topi.
Perawakan sedang, tidak terlalu tinggi untuk ukuran pemain basket.
Tapi kereen
cuy!
Sekilas wajahnya ngga asing buat sy, spontan sy ngomong, ”Mirip Kelly
yaa…”
tak disangka, dia menoleh.
Lalu berpaling seolah tak mendengar.
Kyaaaaaaaaaaaaa!!
”Eh, ngeliat orang tatoan yang tadi ga?
Mirip Kelly yaa, itu
loh pemain basket point guard-nya Garuda Bandung!”
uahhh, temen saya ga tau.

Tapi
beneran deh, yakin banged itu Kelly Purwanto.
Tato nya itu looohh, ga tahan.
Stylist
juga… keren dah pokokna.. tapi kemaren itu sih biasa aja, ya iyalaahh… masa mo gaya hiphop di Plasa,
terlalu menarik perhatian juga kali yaa.
Tapi satu hal, cuakeepp!
Ahihi… Ahhhh,
sayang cuma sekilas lalu. Kalo di lapangan basket saja, sy udah teriak2 kali,
“Kelliiiiii, Kellliiiii…. Kkyyyaaaaa!!”
Style norak tingkat tinggi saya
keluarin deh.
Ahaha… selidik punya selidik, ternyata Kelly emang rumahnya di
sekitar Pondok Jurang Mangu Indah.
Pantesann, ga jauh dari perkampungan
mahasiswa kami.
Ahh, Kelly…

Kelly

chek
out sedikit profile Kelly 
di sini.

Comments