Mahasiswa anarkis, SBY’s still my prince of charming
Orang bilang SBY peragu, tapi saya bilang beliau adalah pemimpin yang berani.
Two thumbs up!
Terkadang orang tak bisa membedakan antara hati-hati dan peragu.
Di tengah berbagai opini publik tentang kenaikan BBM, SBY tetap mendahulukan kepentingan negara.
Sebenarnya SBY bisa saja menolak kenaikan BBM, dengan begitu beliau masih punya nama baik dalam dunia politik, malah akan menaikkan kepopulerannya di mata masyarakat dan lawan politiknya, tapi yang diambil malah opsi kenaikan BBM.
SBY tahu betul bahwa kenaikan BBM tidak dapat ditunda lagi.
Kenaikan harga minyak dunia yang betul-betul membumbung tinggi, jika pemerintah tetap berkeras memberikan subsidi BBM malah akan membebankan anggaran negara hingga ratusan milyar per tahun (anda tahu beratnya menutupi angka itu bagi ”para pegawai pencari keuangan negara”?).
SBY berani bertaruh besar dalam hal ini, mengambil keputusan yang tidak populer sama sekali bagi politikus, meluluskan opsi kenaikan harga BBM!
Pertentangan mulai muncul, semua politikus yang telah menunggu lama mulai beramai-ramai menyambut keputusan langka ini, melantangkan protes mencari muka demi Pemilu 2009, menentang keputusan pemerintah.
DPR mulai cari muka.
Tak ketinggalan partai oposisi.
Megawati bisa dikatakan memilih opsi popularitas ketika beliau dihadapkan pada desakan kenaikan BBM beberapa tahun silam, hanya menunda kenaikan dan melemparkannya ke pemerintahan selanjutnya, dan SBY lah yang berani mengambil opsi ini.
Politikus-politikus itu saya yakin sekali, mereka mencoba mencari simpati masyarakat.
Wiranto, yang dengan lantangnya memasang iklan setengah halaman di harian Republika, menyentil pemerintah.
Bahhh, mencoba menjadi pahlawan lagi dia.
Cobalah berpikir realistis, jangan berlakon palsu hanya untuk Pemilu mendatang, wahai tikus-tikus terhormat.
Kenaikan BBM pasti menambah jumlah rakyat miskin, tapi jika tidak dinaikkan, anggaran negara semakin kacau dan jika dibiarkan akan bertambah berapa kali lipat lagi rakyat miskin akibat imbas anggaran negara yang terbebani??
Masa bodoh dengan popularitas kalian para tikus yang meramai-ramai membuat iklan menjatuhkan pemerintah, kalianlah pelaku pembodohan rakyat.
Lalu kita lihat apa yang dilakukan mahasiswa? Demo.
Ga ada cara laen apa???
Jakarta macet gara-gara mahasiswa demo, mereka bilang Jakarta udah macet walau mereka ngga demo, tapi mereka ga sadar Jakarta bisa lumpuh gara2 mereka demo mulu.
Apa sih yang ada di pikiran mereka?
Kenaikan BBM itu sesuatu yang tidak bisa dibantah lagi, menunda kenaikan BBm sama saja dengan menghancurkan keuangan negara, lalu mahasiswa?
Bakar ban di jalan?
Pake bensin?
Buang-buang energi, buang-buang uang.
Orang yang demo ga akan bergerak kalo ga ada insentif, minimal minuman dan makananlah.
Dan berapa ribu orang yang butuh itu?
Ayolah, bilangnya mikirin rakyat kecil, tapi yang kalian dukung sebenarnya adalah orang-orang besar.
Berpikirlah ilmiah, berpikir juga dari sudut pandang pemerintah dan rakyat, dan temukan jalan tengahnya.
Kuliah dulu yang bener, jadi orang pinter yang mengerti ekonomi bangsa yang ga cuma bisa orasi, tapi menemukan jalan keluar masalah bangsa ini.
Think it out deeply!